Latar Belakang   Leave a comment

BUDIDAYA TERUMBU KARANG

LATAR BELAKANG
Dalam perdagangan bunga karang, karang batu merupakan komoditi ekspor terbesar. Karang batu sebenarnya adalah sumber daya alam hayati laut yang renewable, akan tetapi mempunyai pertumbuhan yang sangat lambat dan sangat peka terhadap perubahan lingkungan perairan sekitar terutama akibat ulah manusia. Secara ekologis keberadaan karang batu merupakan salah satu mata rantai makanan pada ekosistem terumbu karang. Dari segi fungsinya karang batu (sebagai salah satu kelompok binatang avertebrata), berperan sebagai habitat (rumah/tempat tinggal) bagi biota lain di ekosistem itu. Berkurangnya kerapatan karang batu di suatu ekosistem terumbu karang berakibat berkurangnya biota lain yang hidup di sekitarnya, dengan demikian dapat dimaknai akan mengurangi keanekaragaman hayati di ekosistem tersebut. Oleh karena itu pemanfaatan bunga karang untuk diperdagangkan harus dilaksanakan ekstra hati-hati supaya pemanfaatan tersebut tidak menimbulkan perubahan persen tutupan karang batu hidup di suatu ekosistem terumbu karang secara signifikan.

Pemanfaatan perdagangan bunga karang yang diperuntukan bagi pembuatan akuarium laut masih dapat dipertimbangkan, mengingat jumlah bunga karang yang diperlukan relatif tidak ba-nyak, ukuran bunga karang yang diambil biasa relatif kecil, cara mengambilnya dari lautpun dilakukan dengan hati-hati supaya bunga karang tetap hidup. Dari segi manfaat, akuarium laut pen-ting artinya sebagai wahana untuk intermeso dan rileks bagi orang-orang di kota-kota besar yang sibuk dengan pekerjaannya. Terpicu oleh perkembangan penduduk dan gengsi bagi kehidupan di kota besar sudah barang tentu pesanan bunga karang akan me-ningkat terus walaupun negara kita mempunyai kawasan terumbu karang yang sangat luas. Pemanfaatan untuk perdagangan ini dapat terus terselenggara asalkan diatur dengan memperhatikan kelestarian sumbernya (kuota yang boleh diambil/dijual dari suatu lokasi ditentukan berdasarkan hasil penelitian yang menjamin pelestarian sumbernya), maka pemanfaatan tersebut dapat dipertimbangkan selama semua pihak berpegang teguh kepada aturan-aturan yang telah ditentukan .

Posted October 21, 2011 by gjb3111faisah in Uncategorized

Budidaya Terumpung Karang   Leave a comment

Permasalahan & Solusi Pemanfaatan Bunga Karang Sebagai Komoditi Ekspor Perdagangan

 

 

 


LATAR BELAKANG
Dalam perdagangan bunga karang, karang batu merupakan komoditi ekspor terbesar. Karang batu sebenarnya adalah sumber daya alam hayati laut yang renewable, akan tetapi mempunyai pertumbuhan yang sangat lambat dan sangat peka terhadap perubahan lingkungan perairan sekitar terutama akibat ulah manusia. Secara ekologis keberadaan karang batu merupakan salah satu mata rantai makanan pada ekosistem terumbu karang. Dari segi fungsinya karang batu (sebagai salah satu kelompok binatang avertebrata), berperan sebagai habitat (rumah/tempat tinggal) bagi biota lain di ekosistem itu. Berkurangnya kerapatan karang batu di suatu ekosistem terumbu karang berakibat berkurangnya biota lain yang hidup di sekitarnya, dengan demikian dapat dimaknai akan mengurangi keanekaragaman hayati di ekosistem tersebut. Oleh karena itu pemanfaatan bunga karang untuk diperdagangkan harus dilaksanakan ekstra hati-hati supaya pemanfaatan tersebut tidak menimbulkan perubahan persen tutupan karang batu hidup di suatu ekosistem terumbu karang secara signifikan.

Pemanfaatan perdagangan bunga karang yang diperuntukan bagi pembuatan akuarium laut masih dapat dipertimbangkan, mengingat jumlah bunga karang yang diperlukan relatif tidak ba-nyak, ukuran bunga karang yang diambil biasa relatif kecil, cara mengambilnya dari lautpun dilakukan dengan hati-hati supaya bunga karang tetap hidup. Dari segi manfaat, akuarium laut pen-ting artinya sebagai wahana untuk intermeso dan rileks bagi orang-orang di kota-kota besar yang sibuk dengan pekerjaannya. Terpicu oleh perkembangan penduduk dan gengsi bagi kehidupan di kota besar sudah barang tentu pesanan bunga karang akan me-ningkat terus walaupun negara kita mempunyai kawasan terumbu karang yang sangat luas. Pemanfaatan untuk perdagangan ini dapat terus terselenggara asalkan diatur dengan memperhatikan kelestarian sumbernya (kuota yang boleh diambil/dijual dari suatu lokasi ditentukan berdasarkan hasil penelitian yang menjamin pelestarian sumbernya), maka pemanfaatan tersebut dapat dipertimbangkan selama semua pihak berpegang teguh kepada aturan-aturan yang telah ditentukan

Posted October 20, 2011 by gjb3111faisah in Uncategorized