KAJIAN   Leave a comment

This slideshow requires JavaScript.

TERUMBU KARANG

FUNGSI DAN NILAI TERUMBU KARANG
Ekosistem terumbu karang merupakan gudang persediaan makanan dan bahan obat-obatan bagi manusia di masa kini maupun di masa mendatang. Selain itu keindahannya juga menjadi daya tarik yang bisa menjadi sumber devisa bagi negara melalui kegiatan pariwisata. Wisata bahari Indonesia tengah berkembang pesat dan ekosistem terumbu karang merupakan salah aset utamanya.

Ekosistem terumbu karang adalah tempat tinggal bagi ribuan binatang dan tumbuhan yang banyak diantaranya memiliki nilai ekonomi tinggi. Berbagai jenis binatang mencari makan dan berlindung di ekosistem ini. Berjuta penduduk Indonesia bergantung sepenuhnya pada ekosistem terumbu karang sebagai sumber pencaharian. Jumlah produksi ikan, kerang dan kepiting dari ekosistem terumbu karang secara lestari di seluruh dunia dapat mencapai 9 juta ton atau sedikitnya 12% dari jumlah tangkapan perikanan dunia. Sumber perikanan yang ditopang oleh ekosistem terumbu karang memiliki arti penting bagi masyarakat setempat yang pada umumnya masih memakai alat tangkap tradisional.

Selain nilai ekonominya, ekosistem terumbu karang juga merupakan laboratorium alam yang sangat unik untuk berbagai kegiatan penelitian yang dapat mengungkapkan penemuan yang berguna bagi kehidupan manusia. Beberapa jenis spongs, misalnya, merupakan binatang yang antara lain terdapat di ekosistem terumbu karang yang berpotensi mengandung bahan bioakif yang dapat dijadikan bahan obat-obatan antara lain untuk penyembuhan penyakit kanker. Selain itu binatang karang tertentu yang mengandung kalsium karbonat telah dipergunakan untuk pengobatan tulang rapuh. Fungsi lain dari ekosistem terumbu karang yang hidup di dekat pantai ialah memberikan perlindungan bagi berbagai properti yang ada di kawasan pesisir dari ancaman pengikisan oleh ombak dan arus.

KENALI DAN CINTAI EKOSISTEM TERUMBU KARANG KITA
Apa yang disediakan oleh ekosistem terumbu karang bagi kepentingan manusia?

  • sumber makanan dengan protein tinggi,
  • sumber bahan obat-obatan,
  • sumber bahan bangunan,
  • sumber penghasilan: berupa hasil tangkapan seperti ikan, udang dan agar-agar; usaha pariwisata seperti menyelam dan memancing,
  • melindungi pantai dari hempasan ombak dan arus.

Apa yang telah dilakukan manusia terhadap ekosistem terumbu karang?

  • menggunakan alat-alat tangkapan yang merusak seperti bom, dan potas sehingga terjadi:
    • tangkapan yang berlebihan,
    • terumbu karang hancur dan mati,
    • ikan-ikan kecil yang tidak menjadi sasaran tangkapan ikut mati, menjadi terbuang sia-sia.
  • membangun terlalu dekat dengan garis pantai, dan menguruk pantai menjadi lahan untuk pembangunan sehingga terjadi pelumpuran,
  • mencari terumbu karang dengan sampah, tumpahan minyak, buangan industri dan sisa-sisa pestisida dan insektisida untuk pertanian,
  • melempar jangkar dan berjalan-jalan di atas terumbu karang,
  • penebangan hutan dan pohon-pohon di sepanjang aliran sungai yang menyebabkan pelumpuran,
  • pengambilan karang berlebihan untuk diperdagangkan,
  • penambangan karang berlebihan untuk pembuatan kapur, bahan bangunan dan fondasi jalan.

Setelah mengenali, maka cintai dan periharalah terumbu karang kita, karena terumbu karang adalah:

  • terbentuk melalui suatu proses kehidupan yang memerlukan waktu yang sangat lama untuk tumbuh berkembang sehingga menjadi seperti kondisi yang terlihat sekarang ini,
  • tempat tinggal, berkembang biak dan mencari makan ribuan jenis hewan dan tumbuhan yang menjadi tumpuan kita,
  • Indonesia memiliki ekosistem terumbu karang terluas di dunia (75.000 km2), tetapi hanya tinggal sedikit saja (6,20%) dalam kondisi yang masih sangat bagus,
  • sumber daya laut yang mempunyai potensi ekonomi yang sangat tinggi (untuk perikanan, pariwisata dan perlindungan daerah pesisir), aabila dalam kondisi yang sangat baik,
  • labotorium alam yang sangat menunjang pendidikan dan penelitian dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan,
  • potensi di masa depan untuk sumber lapangan kerja masyarakat luas.

TERUMBU KARANG INDONESIA

Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia, terdiri dari lebih 17.000 buah pulau besar dan kecil, dengan panjang garis pantai mencapai hampir 81.000 km yang dilindungi oleh ekosistem terumbu karang, ekosistem padang lamun dan ekosistem mangrove. Indonesia merupakan salah satu Negara terpenting di dunia sebagai penyimpan keanekaeagaman hayati laut tertinggi. Di Indonesia terdapat 2,500 spesies of molluska, 2,000 spesies krustasea, 6 spesies penyu laut, 30 mamalia laut, dan lebih dari 2,500 spesies ikan laut.  Luas ekosistem terumbu karang Indonesia diperkirakan mencapai 75.000 km2 yaitu sekitar 12 sampai 15 persen dari luas terumbu karang dunia. Dengan ditemukannya 362 spesies scleractinia (karang batu) yang termasuk dalam 76 genera, Indonesia merupakan episenter dari sebaran karang batu dunia. Ekosistem pesisir (padang lamun, mangrove dan terumbu karang) memainkan peranan penting dalam industri wisata bahari, selain memberikan pelindungan pada kawasan pesisir dari hempasan ombak dan gerusan arus. Selain itu ekossistem pesisir ini merupakan tempat bertelur, membesar dan mencari makan dari beaneka ragam biota laut yang kesemuanya merupakan sumber produksi penting bagi masyarakat pesisir.

Di samping peranannya yang penting, ekosistem terumbu karang  Indonesia dipercaya sedang mengalami tekanan berat dari kegiatan penangkapan ikan dengan mempergunakan racun dan bahan peledak. Selain itu penangkapan berlebihan sedimentasi dan pencemaran juga merupakan ancaman yang tak kalah beratnya. Belakangan ini diperkirakan hamper 25 persen dari kehidupan di ekosistem terumbu karang telah mati, antara lain akibat dari peningkatan suhu mencapai sebesar 4ο C. Pada tahun 1994 LIPI mengadakan survei pada 371 buah station transek nasional dengan menggunakan prosedur standar pemantauan internasional. Hasilnya menunjukkan bahwa kondisi ekosistem terumbu karang Indonesia telah mengalami kerusakan yang sangat serius

Ekosistem terumbu karang adalah ekosistem yang mengandung sumber daya alam yang dapat memberi manfaat besar bagi manusia. Dari itu diperlukan kearifan manusia untuk mengelolanya, yang bisa menjadikan sumber daya alam ini menjamin kesejahteraan manusia sepanjang zaman. Tanpa menghiraukan masa depan dan terus-menerus merusak, ekosistem terumbu karang akan menjadi semacam padang gurun tandus di dalam laut yang hanya dipenuhi oleh patahan-patahan karang dan benda mati lainnya. Karena itu pengelolaan sangat diperlukan untuk mengatur aktivitas manusia serta mengurangi dan memantau cara-cara pemanfaatan yang merusak. Pengelolaan terumbu karang harus berbasis pada keterlibatan masyarakat, sebagai pengguna langsung sumber daya laut ini. Keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan sumber daya terumbu karang sangat penting mulai dalam tahap perencanaan, pelaksanaan, pemantauan sampai pada tahap evaluasi dari suatu cara pengeloaan. Indonesia yang terletak di sepanjang katulistiwa, mempunyai terumbu karang terluas di dunia tersebar mulai dari Aceh sampai Irian Jaya. Dengan jumlah penduduk 200 juta jiwa, yang 60 persennya tinggal di daerah pesisir, maka terumbu karang merupakan tumpuan sumber penghudupan utama.

Di samping sebagai sumber perikanan, terumbu karang memberikan penghasilan antara lain industri ikan hias sampai pada tingkat nelayan pengumpul. Terumbu juga merupakan sumber devisa bagi negara, termasuk usaha pariwisata yang dikelolah oleh masyarakat nelayan.

Sayangnya terumbu karang di Indonesia semakin memburuk kondisinya, yang secara langsung dapat dibuktikan dari hasil tangkapan ikan oleh nelayan yang semakin menurun. Selain jumlah hasil tangkapan ikan semakin menurun, juga ukuran ikannya semakin kecil disamping itu nelayan memerlukan waktu yang lebih lama untuk mencari ikan. Peningkatan jumlah penduduk dan pembangunan di daerah pesisir yang semakin meluas, menyebabkan meningkatnya tekanan terhadap ekosistem terumbu karang.

Apa masalah dasar yang dihadapi ekosistem terumbu karang Indonesia ?

  • kurangnya kesadaran akan nilai penting sumber daya ekosistem terumbu karang baik dari segi ekonomi, sosial maupun budaya,
  • hampir tidak ada pengelolaan sumber daya ekosistem terumbu karang,
  • walaupun telah ada peraturan perundang-undangan yang menyangkut pemanfaatan dan pelestarian sumber daya ekosistem terumbu karang, penegakan hukum yang terjadi masih sangat lemah,
  • pembangunan industri yang tidak tekendali di kawasan pesisir yang memberikan dampak sangat negative terhadap kelangsungan hidup ekosistem terumbu karang,
  • kemiskinan masyarakat hidup di kawasan pesisir menyebabkan tidak ada pilihan lain selain terus-menerus memanfaatkan sumber daya yang ada,
  • kurangnya keinginan politis untuk menanggulangi masalah.

TERUMBU KARANG DUNIA
Telah sering disebut bahwa ekosistem terumbu karang memiliki arti yang amat penting bagi kehidupan manusia, baik dari segi ekonomi maupun sebagai penunjang kegiatan rekreasi karena keindahannya. Terumbu karang tersebar di seluruh dunia dan mencakup lebih dari 100 negara, termasuk Indonesia, dengan luas diperkirakan mencapai 600.000 km2. Mulai dekade 1990-an, para ahli mulai mengangkat isu tentang semakin memburuknya kondisi terumbu karang dunia, antara lain Indonesia. Saat ini diperkirakan 10 persen dari terumbu karang dunia dalam kondisi sangat rusak dan bahkan kemungkinan tidak dapat dipulihkan kembali. Dalam kurun waktu 20 tahun mendatang, apabila tidak ada upaya pelestarian yang intensif, maka diperkirakan 30 persen dari terumbu karang yang ada akan mengalami nasib yang sama.

Kegiatan manusia merupakan penyebab terbesar menurunnya kondisi ekosistem terumbu karang dunia. Semakin cepat pertumbuhan penduduk dunia, semakin padat pula pemukiman di daerah pesisir, maka semakin terancam pula keberadaan ekosistem terumbu karang beserta sumber daya laut lainnya.

Ekploitasi sumber daya ekosistem terumbu karang di berbagai negara telah diperburuk oleh banyaknya sumber daya yang terbuang sia-sia karena cara penangkapan ikan secara merusak.

Pencemaran dan pesatnya pembangunan di daerah pesisir dan laut semakin mengancam kelestarian ekosistem terumbu karang. Selain itu, bencana alam selain badai, gempa bumi dan efek dari El Niño telah mengakibatkan rusak parahnya ekosistem terumbu karang di berbagai Negara dengan ditandai oleh matinya berbagai jenis karang batu.

Berbagai upaya, baik rencana jangka pendek maupun jangka panjang, telah dirancang oleh para ahli serta dilaksanakan untuk menyelamatkan ekosistem terumbu karang. Pemerintah Indonesiapun telah mengambil langkah-langkah penting dalam upaya penyelamatan ekosistem terumbu karang antara lain melalui program COREMAP.

MASALAH YANG DIHADAPI

Masalah yang dihadapi dalam perdagangan bunga karang dewasa ini adalah: bahwa kuota bunga karang yang diberikan oleh P3O-LIPI belum berdasarkan hasil pe-nelitian, tetapi masih menggunakan jumlah kuota yang telah diper-dagangkan sebelumnya oleh pihak eksportir. Lokasi pengambilan bunga karang masih tersebar di beberapa propinsi, posisi dan luasnya belum diketahui secara tepat oleh pihak pengelola (management authority) maupun oleh pihak scientific authority, sehingga pengawasan di lapangan belum dapat dilakukan. Sedangkan jenis dan jumlah bunga karang yang diambil oleh pengumpul bunga karang di lapangan ditentukan oleh pengusaha eksportir. Disisi lain jumlah kematian bunga karang dalam perdagangan bunga karang relatif masih tinggi karena belum ada petunjuk dan pelatihan khusus tentang cara-cara pengambilan, pengangkutan serta penampungan sementara bagi nelayan pengumpul bunga karang di lapangan.ÿ

USAHA PELESTARIAN EKOSISTEM TERUMBU KARANG

Perdagangan bunga karang, masih dapat diizinkan apabila lokasi pengambilan dan luasnya dapat dipetakan secara jelas. Berdasarkan peta lokasi pengambilan bunga karang itu, pihak management authority dan scientific authority dapat menentukan jenis-jenis bunga karang yang dapat dimanfaatkan secara ekonomis di lokasi tersebut tanpa mengganggu pelestariannya, yaitu dengan menghitung jumlah stok bunga karang yang dimanfaatkan dan menentukan kuota yang boleh diambil dari lokasi tesebut dalam jangka waktu tertentu. Selain itu, dengan mengetahui lokasi pengambilan, scientific authority dapat melakukan penelitian dan pemantauan baik pada waktu pengambilan maupun dampak pemanfaatan bunga karang di lokasi pengambilan tersebut. Amat disayangkan sampai hari ini, lokasi pengambilan bunga karang ini ha-nya diketahui oleh pihak pengambil bunga karang di lapangan dan dirahasiakan. Oleh karena itu sudah saatnya pihak pengusaha memberikan peta lokasi-lokasi tersebut kepada pihak scientific authority untuk diteliti jumlah stok yang ada dan menentukan jumlah kuota yang boleh diambil. Dengan demikian usaha perdagangan bunga karang dapat dipertanggungjawabkan baik secara ekonomi, ilmiah dan bahkan secara moril kepada semua pihak.

Untuk memperkecil jumlah kematian bunga karang akibat ca-ra-cara pengambilan dari alam yang kurang hati-hati, cara penampungan sementara, cara pengangkutan dan penampungan oleh pihak eksportir, maka nelayan pe-ngumpul, pengangkut serta pe-ngusaha eksportir harus memiliki sertifikat yang menyatakan bahwa mereka itu betul-betul secara profesional telah memiliki kemampuan teknis dalam usaha ikut melestarikan ekosistem terumbu karang dengan cara memelihara tetap hidup bunga karang yang diperdagangkan tersebut.ÿ

Khusus untuk komoditi bu-nga karang yang t9rdiri atas jenis-jenis karang batu, maka karang batu yang boleh diambil adalah karang batu anakan , yaitu karang batu yang ukuran diameter kolo-ninya <25 cm (jenis-jenis karang batu yang mempunyai ukuran koloni lebih besar dari ukuran itu). Untuk jenis-jenis karang batu yang ukuran maksimum koloninya rata-rata lebih kecil, perlu dibuatkan aturan tersendiri (penentuan ukuran untuk karang batu anakan secara arbitrary dapat berbeda-beda menurut ukuran maksimum koloni jenis- jenis karang batu termaksud).ÿ

Penentuan kuota bunga karang yang boleh diambil di suatu lokasi pengambilan dalam waktu tertentu, didasarkan atas hasil pene-litian jumlah stok karang batu anakan (dengan ukuran koloni maksimum tertentu) yang terdapat di lokasi pengambilan, dan waktu yang diperlukan oleh jenis-jenis karang batu tersebut untuk mencapai ukuran diameter koloni karang batu anakan, sedangkan jumlah persentase yang boleh diambil dari jumlah stok karang batu anakan harus diambil dari persentase yang paling aman, misalnya 2,5% dari jumlah karang batu anakan yang mortalitynya paling tinggi di lokasi tersebut mencapai 90% (Done et al., 1988; Fitzhardinge, 1988). Pemanfaatan 2,5% dari jumlah stok karang batu anakan yang dapat hidup (survi-ve) yang besarnya 10 % itu, tidak akan mengganggu pelestariannya. Sedangkan jenis-jenis lain yang mortalitynya lebih rendah, jumlah kuota yang dapat diambil juga dapat lebih besar dari 2,5%.

Kenyataan dari Ekosistem Terumbu Karang

Senyawa yang dapat dimanfaatkan untuk pengobatan penyakit kanker, AIDS, infeksi, arthritis, asthma, herpes, dan kerusakan tulang telah ditemukan di dalam ekosistem terumbu karang. Namun demikian dalam waktu yang bersamaan, menurut perkiraan para peneliti 10 % ekosistem terumbu ka-rang di dunia telah mengalami kerusakan yang serius dan bahkan menuju ke kepunahan.

“The National Cancer Institute” telah meng-alokasikan sepertiga dananya setiap tahun untuk menguji 1000 spesies invertebrata dan tumbuhan laut yang mengandung senyawa untuk dimanfaatkan dalam dunia pengobatan. Akan tetapi, upaya ini ternyata belum dapat digunakan sebagai salah satu strategi perlindungan ekosistem terumbu karang.  Apalagi dalam kegiatan pemurnian senyawa untuk bahan farmasi dibutuhkan material dalam jumlah yang cukup banyak.

Selama ini pengelolaan ekosistem terumbu karang sering tidak mendapat respon semestinya dan kadang-kadang tidak kontinyu, dengan demikian partisipasi perusahaan farmasi pada masa mendatang diharapkan dapat membantu upaya pelestarian ekosistem terumbu karang, atau paling tidak mengurangi kerusakan ekosistem ini.

Posted October 20, 2011 by gjb3111faisah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: